33 Katekese Dasar Katolik – Edisi 1
Rp 8.000
Format
PDF Digital
Download
Instant
Halaman
142 halaman
322 x dilihat
Sinopsis
Buku 33 Katekese Dasar Gereja Katolik hadir sebagai panduan iman yang sederhana, mendalam, dan mudah dipahami untuk membantu umat mengenal ajaran Gereja Katolik secara lebih utuh. Disusun secara sistematis, buku ini membahas dasar-dasar iman Katolik mulai dari Kitab Suci, Sakramen, doa, liturgi, moral Kristiani, hingga kehidupan Gereja sehari-hari. Cocok bagi umat awam, pendamping iman, OMK, prodiakon, maupun siapa saja yang ingin bertumbuh dalam pengenalan akan Kristus dan Gereja-Nya.
DAFTAR ISI (141 Halaman)
KATA PENGANTAR
BAGIAN I PENDAHULUAN
1. Mengapa Penting Memahami Istilah Dalam Gereja Katolik
2. Tradisi Dan Bahasa Dalam Kehidupan Gereja
3. Tujuan Penulisan Buku
4. Cara Menggunakan Buku Ini
BAGIAN II PENGGUNAAN ISTILAH DALAM GEREJA KATOLIK
1. Mengapa “Umat Allah” dan bukan “Jemaat”
2. Mengapa "Kitab Suci" dan Bukan "Alkitab"?
3. Mengapa "Pastor/Imam" dan Bukan "Pendeta"?
4. Mengapa "Uskup" dan Bukan "Ketua Sinode"?
5. Mengapa "Diakon" dan Bukan "Penatua/Diaken"?
6. Mengapa "Altar" dan Bukan "Mimbar"?
7. Mengapa "Ekaristi Kudus" dan Bukan "Perjamuan Kudus"?
8. Mengapa "Misa" dan Bukan "Kebaktian"?
9. Mengapa "Santo/Santa" dan Bukan "Tokoh Iman"?
10.Mengapa "Santa Perawan Maria" dan Bukan "Maria Ibu Yesus"?
11.Mengapa "Liturgi" dan bukan "Tata Ibadah"?
12.Mengapa "Sakramen Krisma" dan bukan "Sidi"?
13.Mengapa "Sakramen" dan bukan "Ordinansi"?
14.Mengapa "Deuterokanonika" dan bukan "Apokrifa"?
15.Mengapa "Magisterium" dan bukan "Sola Scriptura"?
16.Mengapa "Prodiakon" dan Bukan "Worship Leader"?
17.Mengapa "Hosti" dan Bukan "Roti Perjamuan"?
18.Mengapa "Ibadah Arwah" dan Bukan "Ibadah Penghiburan"?
19.Mengapa "Salve" dan Bukan "Shalom"?
20.Mengapa "Homili" dan Bukan "Khotbah"?
21.Mengapa "Puasa dan Pantang" dan Bukan "Puasa Doa"
22.Mengapa "Retret" dan Bukan "KKR"
23.Mengapa "Evangelisasi" dan Bukan "Penginjilan"
24.Mengapa "Dewan Paroki" dan Bukan "Majelis Jemaat"
25.Mengapa "Keuskupan" dan Bukan "Sinode"
26.Mengapa "Umat Allah" dan bukan "Jemaat"
27.Mengapa "Kolekte" dan bukan "Persembahan"
28.Mengapa "Salam damai" dan bukan "Salam sejahtera"
29.Mengapa "Hukum Kanonik" dan bukan "Tata gereja"
30.Mengapa "Paroki" Dan Bukan "Jemaat Cabang"
31.Mengapa "Devosi" dan Bukan "Saat Teduh"?
32.Mengapa "Doa Umat" dan Bukan "Doa Syafaat"?
33.Mengapa "Katekese" dan Bukan "Pemuridan"?
PENUTUP
DAFTAR PUSTAKA
DAFTAR ISI (141 Halaman)
KATA PENGANTAR
BAGIAN I PENDAHULUAN
1. Mengapa Penting Memahami Istilah Dalam Gereja Katolik
2. Tradisi Dan Bahasa Dalam Kehidupan Gereja
3. Tujuan Penulisan Buku
4. Cara Menggunakan Buku Ini
BAGIAN II PENGGUNAAN ISTILAH DALAM GEREJA KATOLIK
1. Mengapa “Umat Allah” dan bukan “Jemaat”
2. Mengapa "Kitab Suci" dan Bukan "Alkitab"?
3. Mengapa "Pastor/Imam" dan Bukan "Pendeta"?
4. Mengapa "Uskup" dan Bukan "Ketua Sinode"?
5. Mengapa "Diakon" dan Bukan "Penatua/Diaken"?
6. Mengapa "Altar" dan Bukan "Mimbar"?
7. Mengapa "Ekaristi Kudus" dan Bukan "Perjamuan Kudus"?
8. Mengapa "Misa" dan Bukan "Kebaktian"?
9. Mengapa "Santo/Santa" dan Bukan "Tokoh Iman"?
10.Mengapa "Santa Perawan Maria" dan Bukan "Maria Ibu Yesus"?
11.Mengapa "Liturgi" dan bukan "Tata Ibadah"?
12.Mengapa "Sakramen Krisma" dan bukan "Sidi"?
13.Mengapa "Sakramen" dan bukan "Ordinansi"?
14.Mengapa "Deuterokanonika" dan bukan "Apokrifa"?
15.Mengapa "Magisterium" dan bukan "Sola Scriptura"?
16.Mengapa "Prodiakon" dan Bukan "Worship Leader"?
17.Mengapa "Hosti" dan Bukan "Roti Perjamuan"?
18.Mengapa "Ibadah Arwah" dan Bukan "Ibadah Penghiburan"?
19.Mengapa "Salve" dan Bukan "Shalom"?
20.Mengapa "Homili" dan Bukan "Khotbah"?
21.Mengapa "Puasa dan Pantang" dan Bukan "Puasa Doa"
22.Mengapa "Retret" dan Bukan "KKR"
23.Mengapa "Evangelisasi" dan Bukan "Penginjilan"
24.Mengapa "Dewan Paroki" dan Bukan "Majelis Jemaat"
25.Mengapa "Keuskupan" dan Bukan "Sinode"
26.Mengapa "Umat Allah" dan bukan "Jemaat"
27.Mengapa "Kolekte" dan bukan "Persembahan"
28.Mengapa "Salam damai" dan bukan "Salam sejahtera"
29.Mengapa "Hukum Kanonik" dan bukan "Tata gereja"
30.Mengapa "Paroki" Dan Bukan "Jemaat Cabang"
31.Mengapa "Devosi" dan Bukan "Saat Teduh"?
32.Mengapa "Doa Umat" dan Bukan "Doa Syafaat"?
33.Mengapa "Katekese" dan Bukan "Pemuridan"?
PENUTUP
DAFTAR PUSTAKA